Banser yang Luar Biasa

Nahdliyin Online

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!
.

Sangat luar biasa, kalimat yang patut saya persembahkan kepada peserta Diklatsar Banser Satkorcab Magelang siang hari ini,(Minggu 25/11). Berlokasi di desa Sedayu kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, sebanyak 529 peserta mengikuti sistem pengkaderan tingkat dasar (Diklatsar) Banser. Mereka begitu antusias dalam mengikuti tiap tahapan kegiatan. Diklatsar ini berlangsung selama 3 hari, yakni sejak Jumat, (23/11) hingga Minggu, (25/11). Namun saya baru berkesempatan untuk menyambangi mereka siang hari ini.
.
Semua itu diluar dugaan. Awalnya, saya pikir peserta yang ada hanya sekitar 200 orang, ternyata lebih dari itu. Luar biasa! Bayangkan bila setiap 1 kabupaten mengadakan Diklatsar Banser dengan peserta 500-an, bagaimana jika itu terjadi serentak di satu Provinsi, atau bahkan Diklatsar yang digelar serentak dan nasional. Sudah berapa banyak kader militan NU yang dicetak oleh barisan abang-abang gagah bernama Banser ini. Sungguh luar biasa, merekalah generasi militan penjaga Aswaja, NU dan NKRI yang ikhlas dan sepenuh hati mengabdikan diri.
.
Tatkala pembaretan berlangsung, hujan mengguyur area lapangan. Namun abang-abang gagah nan rupawan itu tetap bersemangat mencapai Finish. Meski badan mereka penuh lumpur, kaki mereka sudah tak kuasa berdiri dan berjalan karena saking lelahnya, badan mereka tak kuasa menahan segala rasa yang ada, namun abang-abang itu tetap bersikukuh untuk menyelesaikan rintangan. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Ansor-Banser, seberat apapun rintangan yang dihadapi akan tetap kuat dan konsisten dengan tujuan mereka yang tak lain berkaitan dengan Aswaja, NU dan Indonesia.
.
Saya berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang peserta. Ia mengungkapkan kegembiraannya dapat bergabung menjadi anggota Banser dan mengikuti Diklatsar. Ia berharap, Banser senantiasa solid dalam menjaga NU, Aswaja dan NKRI.
.
Selama ini memang terlihat dengan jelas bahwa Ansor-Banser adalah kelompok yang tegas dalam komitmen mereka. Siapapun yang hendak memecah belah NU dan NKRI, Ansor-Banser ada pada garda terdepan untuk membasminya. Karena bagi mereka, menjaga nilai-nilai Aswaja merupakan sebuah kewajiban, mempertahankan NU sudah pasti menjadi tugas utama, menjaga NKRI merupakan komitmen bersama. Maka dari itulah Ansor-Banser selalu semangat dengan slogan kebanggaan mereka, ‘Bela agama, bangsa, negeri. NKRI Harga Mati!’. Sungguh, abang-abangku yang luar biasa, ku angkat topi kehormatan untuk kalian semua. Semoga senantiasa solid dan kokoh di bumi Indonesia.
.
“Tak usahlah kau cari di mana ada Ansor-Banser. Karena Ansor-Banser ada di mana-mana”
.
Semangat selalu abang-abangku Ansor-Banser.
Doaku selalu menyertaimu.
Salam damai dalam persaudaraan sejati. Damai di bumi, damai di hati.

Ditulis di sebuah pojokan rumah di pelosok desa, di Indonesia.

Atas nama generasi penerus bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Vinanda Febriani. Minggu, 25 November 2018.(*)