Body Shaming dalam Islam Bukan Hanya Tercela, Tapi Juga Dibenci Nabi

Body shaming adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari secara negatif fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain. Saat ini banyak dijumpai seseorang dengan mudah mencela dan mencibir orang lain karena bentuk fisiknya, terutama di media sosial. Misalnya, karena pendek, gemuk, hitam dan lain sebagainya.

Dalam Islam, mengomentari fisik orang lain dengan tujuan merendahkan dan mengolok-olok sangatlah dilarang. Bahkan Nabi Saw selalu membela orang yang dilecehkan karena bentuk fisiknya, meskipun yang melecehkan adalah orang yang beliau cintai.

Banyak riwayat yang menyebutkan sikap Nabi Saw terhadap pelecehan bentuk fisik. Di antaranya adalah hadis riwayat Abu Daud dari Sayyidah Aisyah, dia berkata;

Baca Juga:  Parenting Islami: Menjelaskan Fenomena Keagamaan kepada Anak

عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَسْبُكَ مِنْ صَفِيَّةَ كَذَا وَكَذَا ، قَالَ : غَيْرُ مُسَدَّدٍ تَعْنِي قَصِيرَةً ، فَقَالَ لَقَدْ قُلْتِ كَلِمَةً لَوْ مُزِجَتْ بِمَاءِ الْبَحْرِ لَمَزَجَتْهُ , قَالَتْ : وَحَكَيْتُ لَهُ إِنْسَانًا ، فَقَالَ : مَا أُحِبُّ أَنِّي حَكَيْتُ إِنْسَانًا وَأَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا

“Saya pernah berkata kepada Nabi Saw, ‘Shofiyah itu begini dan begitu.’ Rawi selain Musaddad berkata, ‘Aisyah bermaksud mengatakan bahwa Shofiyah pendek.’ Maka Nabi Saw kemudian berkata, ‘Sungguh kamu telah mengucapkan suatu kalimat, yang seandainya kalimat tersebut dicampur dengan air laut niscaya ia akan mengubah rasanya.’ Saya juga pernah menirukan seseorang. Lalu beliau berkata, ‘Saya tidak suka mengejek seseorang, sekalipun saya akan memperoleh keuntungan ini dan itu.’” (HR. Abu Daud)

Baca Juga:  Mengenal Spesies “Homo Videns”

Dalam hadis di atas, Nabi Saw tidak suka dengan komentar Sayidah Aisyah yang mengomentari fisik Shofiyah karena tubuhnya yang pendek. Nabi Saw bahkan memberikan gambaran bagaimana buruknya suatu ucapan Sayidah Aisyah. Andaikan ucapannya bercampur dengan air laut, maka air laut itu akan berubah menjadi buruk akibat buruknya ucapan tersebut.

Ini menunjukkan bahwa memberi komentar buruk terhadap bentuk fisik orang lain termasuk perbuatan sangat tercela dan sangat buruk. Rasulullah juga tidak suka mengejek kekurangan fisik orang lain dan membandingkan dengan kelebihan yang beliau miliki.

Dengan demikian, body shaming merupakan perbuatan tercela yang tidak disukai oleh Nabi SAW. Beliau menegur pelaku body shaming sekalipun itu istri beliau sendiri sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada mereka.

Baca Juga:  Aksi Budaya Ramaikan Hari Santri Cilacap

*Selengkapnya, klik di sini


Artikel ini telah terbit di: Islami.co dengan judul: Body Shaming dalam Islam Bukan Hanya Tercela, Tapi Juga Dibenci Nabi