Aksi Damai Nahdliyin Wonosobo di Pemkab

Wonosobo – Sekitar 6000 Nahdliyin dipimpin ulama NU Wonosobo, Senin (6/8) datangi kantor Bupati Wonosobo untuk menagih janji Bupati Eko Purnomo yang telah disampaikan April lalu terkait penertiban karaoke dan tempat hiburan malam.

Warga NU yang diwakili oleh Kiai Abdullah selaku pengurus Syuriyah NU Wonosobo menagih janji dan ingin langsung bertemu dengan bupati Eko Purnomo agar segera menandatangani tuntutan NU Wonosobo yakni agar secepatnya menutup tempat karaoke karena sudah menyalahi aturan.

Namun saat audiensi diterima, Bupati lamban dan terkesan enggan menemui masa aksi damai menuntut tutup tempat karaoke.

Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo Aziz Wijaya saat menerima audiensi tidak memberi kabar seolah-olah tidak tahu keberadaan Bupati Eko Purnomo. Aziz juga meminta agar PCNU yang mewakili nahdliyin agar bisa menyerahkan kepercayaannya kepada bupati untuk penutupan karaoke.

Menanggapi hal tersebut Kiai Abdullah selaku wakil dari Nahdliyin yang aspirasinya harus didengarkan oleh pemerintah sangat santai dan halus serta tetap menuntut aga bisa beraudiensi langsung dengan Bupati serta bersedia untuk menandatangani tuntutan.

“Tayamum aja batal kalo masih ada air dan masih bisa di cari air, begitupun dengan audiensi ini tidak bisa dilanjutkan jika belum bertemu dengan Bupati. Kita tetap harus bertemu dengan Bupati karena itu airnya,” ujar Kiai Abdullah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*