Fitnah di Media Hendaknya Dibahas Munas-Konbes NU

Jakarta, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali berharap beberapa komisi bahtsul masail pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama membahas isu yang berkembang.

PWNU Bali sendiri di antara persoalan yang akan diusulkan pada perhelatan terbesar kedua setelah Muktamar NU ini ialah fitnah di media massa dan maupun di media sosial.

Menurut Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz, fitnah di media sudah berkembang dan berdampak pada terjadinya konflik horizontal.

“Fitnah media menjadi sumber konflik di masyarakat. Makanya akan kita usulkan ke Munas” ucap Aziz kepada NU Online melalui sambungan telepon, Sabtu (15/12).

Menurut Aziz, nantinya di Munas, apakah fitnah di media itu termasuk dalam kategori pada potongan ayat 191 dalam Surat al-Baqarah, yakni al-fitnatu asyaddu minal qatl (fitnah lebih kejam dari pembunuhan).

“Apakah di media itu termasuk fitnah dan pelaku fitnah yang secara agama bertentangan dengan norma-norma agama, dengan al-Qur’an dan hadits,” ucapnya.

Ia mengatakan, fitnah yang selama ini beredar, seperti menuduh seseorang sebagai anggota atau keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) telah meresahkan masyarakat.

Munas-Konbes NU II akan diselenggarakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Banjar, Jawa Barat, 22-24 Februari 2019.

Acara ini mengusung tema Memperkuat Khidmah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat. Kemudian tema tersebut mempunyai empat turunan atau subtema, yakni masalah kenegaraan, lingkungan hidup, ekonomi, dan kebudayaan. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)


Artikel ini telah terbit di: Nu.or.id dengan judul: Fitnah di Media Hendaknya Dibahas Munas-Konbes NU