Habib Anis Jelaskan Orang Nusantara ketika Bertemu Budaya Asing

Jakarta, NU Online 

Habib Anis Sholeh Ba’asyin bercerita tentang kemampuan kreatif orang Nusantara ketika bertemu dengan budaya asing. Orang Nusantaran tidak menerima dengan mentah-mentah tapi, mengelola, mengolahnya menjadi sesuatu yang baru. 

Sehingga, kata habib asal Pati, Jawa Tengah, ini hasil olahan orang Nusantara ini menjadi  sesuatu yang lain dari aslinya; menjadi sesuatu yang berbeda dan baru. 

“Wayang di Jawa, itu sudah kemampuan kreatif orang di Jawa. Ada (semacam wayang) di China, ada di Vietnam, tapi di Jawa sudah berbeda jauh,” katanya di Gedung PBNU akhir pekan lalu.  

Begitu juga alat musik pengiring wayang, merupakan campuran atau serapan dari beragam budaya, ada di China, ada di vitenam, kemudian menjadi orkestra paling lengkap. 

“(Pertunjukan wayang) kayak pentas orkestra di Eropa, di Jawa sudah lebih dahulu,” tegas tuan rumah Suluk Maleman di Rumah Adab Nusantara ini.  

Orang Nusantara memiliki kemampuan seperti itu karena mereka hidup di negara kepulauan yang memungkinkan bertemunya dengan beragam budaya. 

“(Orang Nusantara) harus bisa mengelola apa pun yang datang menjadi sesuatu yang baru sehingga dia tidak kehilangan dirinya,” jelasnya.

Menurut Habib Anis, kemampuan semacam itu hanya mungkin dilakukan oleh orang yang memiliki kedaulatan secara rohaniah dan kreativitas. (Abdullah Alawi) 


Artikel ini telah terbit di: Nu.or.id dengan judul: Habib Anis Jelaskan Orang Nusantara ketika Bertemu Budaya Asing