Habib Quraish: Jodoh Ditunggu Atau Dijemput?

Kita ingin membatasi jodoh pada arti memperoleh pasangan hidup, istri atau suami. Ada ungkapan populer, kelahiran, jodoh dan kematian adalah takdir Tuhan. Ini benar tapi tidak lengkap. Segala yang terjadi adalah takdir tuhan, bukan cuma jodoh. Jatuhnya sehelai daun dari pohon, itu takdir Tuhan. Menguningnya atau menghijaunya rumput adalah takdir Tuhan. Manusia diciptakan Tuhan berada dalam ruangan takdir.

Kalau kita bisa beri gambaran, ini ruangan begini luas tapi ada dinding. Kalau anda sampai ke dinding itu anda tidak bisa keluar dari dinding, anda harus pergi ke tempat lain. Nah jodoh begitu, kalau anda menuju ke sana tidak menemukan jodoh atau tidak menemukan apa yang anda harapkan, anda bisa berusaha ke sana (arah lainnya).

Baca Juga:  Inilah komentar empat imam mazhab mengenai thoriqoh Sufi

Jangan mempersalahkan takdir sebelum berusaha. Jangan menunggu jodoh, harus menjemput jodoh. Namun, menjemput jodoh tentunya dalam batas-batas yang dibenarkan agama dan budaya.

Jika ada orang yang sampai meninggal belum menikah dan sebagainya, itu adalah takdirnya. Tetapi takdir ini boleh jadi karena dia kurang berusaha atau tidak berusaha. Boleh jadi juga sudah berusaha sedemikian rupa tapi itulah batas takdir yang ditetapkan Tuhan. Karena kita tidak tahu batas akhir dari takdir kita, maka kita harus berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh yang kita harapkan.

Di akhir uraiannya beliau mengajarkan satu doa khusus untuk yang belum berpasangan yaitu di akhir surah Al Furqan (ayat 74) itu ada ayat yang menyatakan, “rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqina imama”. Salah satu maknanya adalah Ya Allah  anugerahkanlah  buat kami pasangan-pasangan dan anak anak yang menjadi (penyejuk) buah mata kami. Secara umum orang katakan anugerahkanlah kepada kami dari pasangan-pasangan kami anak cucu. Tapi ada yang mengartikan “anugerahkanlah kami pasangan”. (Eep)

Sumber: Uraian diambil dari akun youtube “Semua Murid Semua Guru” oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA yang dipublikasikan pada 29 Desember 2017.


Artikel ini telah terbit di: Jatman.or.id dengan judul: Habib Quraish: Jodoh Ditunggu Atau Dijemput?

Baca Juga:  Nasruddin Hoja dan Anaknya