Ketua PBNU KH Abdul Manan: Ikut NU Itu Harus Kaffah

Jakarta, NU Online 

Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dzulmanan menegaskan bahwa jamaah Nahdlatul Ulama itu harus kaffah (harus semuanya).

Artinya, kata dia, warga NU harus mengikuti pemikiran dan pandangan yang dimiliki Nahdlatul Ulama. Seperti aqidah yang ikut pada Ahlusunnah Waljamaah, bersyariat kepada 4 imam mazhab dan bertasawuf kepada Imam Ghazali. 

“Ber-NU itu harus kaffah, harus semuanya, pemikirannya harus NU mengikuti mazhab Ahlusunnah Waljamaah. Apabila dikatakan Ahlusunnah wal Jamaah maka yang dimaksud adalah pengikut Imam Asy’ari dan Imam Abu Hasan Al Maturidi,” katanya saat menyampaikan sambutan pada istighotsah dan doa bersama untuk korban tsunami Selat Sunda, di Halaman Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa, (25/12).

Ia juga bercerita bahwa di Jakarta sudah jarang terdengar lantunan sifat wajib dan mustahil. Padahal, ucap dia, sifat sifat Allah tersebut harus banyak diucapkan. 

Kemudian, ia mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama syariatnya mengikuti 4 imam antara lain Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali, dan Imam Maliki. Dan tasawufnya adalah tasawuf Imam Ghazali. 

“Makannya kalau NU kumpul itu istighotsah, tahlil, dzikir. Kalau kumpul itu jangan caci maki, tapi dzikir, tahlil, nah inilah NU, “tuturnya. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)


Artikel ini telah terbit di: Nu.or.id dengan judul: Ketua PBNU KH Abdul Manan: Ikut NU Itu Harus Kaffah