Kiai Said Ajak Warga NU Cerdas dan Berakhlak

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak warga NU di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah untuk menjadi masyarakat yang cerdas dan berakhlak.

Ajakan itu disampaikan Kiai Said dalam acara pengajian akbar dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan periode 2018-2023 di Gedung PCNU setempat, Kamis (25/10) malam.

“Siap menjadi masyarakat yang keren, siap menjadi masyarakat yang canggih, siap menjadi masyarakat yang cerdas, dan apakah panjenengan semua siap menjadi masyarakat yang memiliki akhlakul karimah,” ajak Kiai Said.

Dikatakan, di dunia ini metode berpikir dalam memahami Islam yang paling canggih adalah metodenya Imam Syafii yang tertuang dalam karya yaitu kitab Ar-Risalah. Ringkasan isi dalam kitab tersebut adalah merupakan metode berpikir atau manhajul fikr dalam memahami Islam.

Baca Juga:  Pengaruh Ibnu Sina dalam Persalinan Modern

Pertama adalah tahu dan mengerti betul Al-Qur’an, memahami secara menyeluruh tentang Hadits. Kemudian penggunaan akal secara berjamaah dari para ulama, metode itu disebut ijma’ atau konsensus. Selanjutnya adalah qiyas atau analogi. Menurutnya, metode tersebut yang paling benar dalam memahami Islam.

“Kita semua yang mengikuti Imam Syafii harus menjadi masyarakat yang keren, cerdas, canggih dan berakhlak. Sebab Imam Syafii merupakan sosok ulama yang memiliki kecerdasan di atas rata rata manusia. Itu juga diakui oleh para intelektual penulis buku baik dari kalangan muslim maupun orientalis,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat nahdliyin di Kota Santri untuk peduli terhadap saudara yang ada di Palu dan Lombok yang saat ini sedang terkena musibah gempa. Kepedulian itu bisa melalui LAZISNU atau lewat lainnya. “PBNU sendiri sudah membantu untuk Lombok sebesar Rp8 miliar. Untuk Palu kami berencana menyumbang Rp18 miliar,” katanya.

Baca Juga:  Karomah Al Habib Saggaf bin Mahdi

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH Muslikh Khudhori usai dilantik meminta doa kepada masyarakat nahdliyin Kota Santri agar pengurus periode 2018-2023 bisa bekerja dengan lebih baik.

“Saat ini PCNU Kabupaten Pekalongan sudah memiliki perguruan tinggi yaitu Politeknik Pusmanu. Harapannya politeknik ini ke depan bisa menjadi Institut Teknik Nahdlatul Ulama,” ujarnya di hadapan ribuan nahdliyin yang hadir.

Dijelaskan, pengelolaan Politeknik Pusmanu merupakan alih kelola dari Politeknik Pusmanu yang sebelumnya bermarkas di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekalongan sudah mendapat pengesahan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Sumber: Nu.or.id