Kisah Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Kisah detik-detik kelahirannya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassallam, penuh kebahagiaan dan sukacita. Berkatalah Al-Waqidy rahmatullah alaihi, “Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad Saw. Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad Saw, tepat tanggal 12 Rabi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke-12 langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Abdul Muthalib (kakek Nabi) sedang bermunajat kepada Allah Swt di sekitar Ka’bah. Sedangkan Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.”

Tiba-tiba Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Wanita pertama datang berkata, ”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad Saw. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Allah Adam As, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Allah untuk menemanimu.

Baca Juga:  Pesan Buya Yahya di Haul Yai Hamid

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaikan kabar gembira, “Aku adalah istri Nabi Allah Ibrahim As yang diperintahkan Allah Swt untuk menemanimu.

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga, “Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah untuk menemanimu.”

Datanglah wanita ke empat, ”Aku adalah Maryam, ibunda Isa As datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad Saw yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Keajaiban berikutnya Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah Swt dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya. Kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengomandokan seluruh bidadari surga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan
emas, intan permata yang bergemerlapan.

Baca Juga:  Kajian Kitab Al Hikam 09

Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada hari senin 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Pada tahun inilah Raja Abrahah Al-Asyram berusaha menyerang Makkah dan menghancurkan Ka’bah yang mulia. Akan tetapi Allah menghentikan serangannya dan menghancurkan pasukannya sebagai tanda kekuasaan Allah bagi umat manusia. Peristiwa ini dijelaskan oleh Al-Qur’an dalam surah Al-Fiil. Sebagian penulis menetapkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad pada bulan April tahun 571 Masehi.

Nabi Muhammad Saw dilahirkan di rumah Abu Thalib yang terletak di perkampungan klan Bani Hasyim. Ia dilahirkan dalam keadaan yatim. Ayah Nabi Muhammad, Abdullah, telah meninggal dunia ketika ibunya, Aminah binti Wahab, sedang hamil dua bulan. Nabi Muhammad dirawat oleh kakeknya, Abdul Muthalib, dan disusui oleh seorang perempuan dari Bani Sa’ad bin Bakar yang bernama Halimah binti Abu Dzuaib abdullah bin Al- Harits. (Oleh: Ust. Tonang Saima)


Artikel ini telah terbit di: Jatman.or.id dengan judul: Kisah Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Baca Juga:  Kiai Said Tanggapi Pengangkatan Gus Yahya sebagai Anggota Wantimpres