Lewat Istighotsah Kubra, Warga Pacitan Mohon Dijauhkan dari Bencana

Nahdliyin.id, Pacitan – Setelah dirundung musibah berupa banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, ribuan warga Pacitan mengikuti majelis istighotsah kubra yang digelar oleh PCNU Pacitan. Istighotsah ini bertujuan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar Pacitan senantiasa dijauhkan dari musibah bencana.

Ribuan jamaah Sabtu (30/12) pagi berduyun-duyun menghadiri majelis istighotsah kubra yang digelar di masjid Agung Darul Falah Pacitan. Mereka yang hadir dengan mengenakan busana serba putih itu kebanyakan berasal dari desa dan kecamatan yang berada di Pacitan.

Bacaan istighotsah menggema diikuti oleh ribuan jamaah dipimpin oleh Kiai Tholibudin dari Sudimoro. Dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani RA, taushiyah oleh KH Muhammad Faruq Al-Qusairi dari Lirboyo Kediri, dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh KH Imam Faqih Sujak, KH Abdullah Sadjad dan KH Syafi’i. Istighotsah berlangsung dengan lancar hingga jam 11 siang.

Baca Juga:  Amalkan Akhlak Santri, Para Pemotor Ini Turun dari Motornya Saat Lintasi Rumah Korban Lion Air JT-610

Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud mengatakan, istighotsah ini dilaksanakan semata-mata untuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT agar Pacitan senantiasa dijauhkan dari segala bentuk musibah dan bencana.

“Mengingat banyaknya ujian-ujian yang diterima oleh kita khususnya umat Islam di kabupaten Pacitan dengan adanya bencana banjir dan tanah longsor. Maka kita perlu mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan istighotsah ini,” katanya kepada NU Online selepas acara.

Ia menambahkan, momentum pergantian tahun Masehi yang biasanya identik dengan pesta tahun ini perlu dirayakan berbeda oleh warga Pacitan. Istighotsah ini, katanya, dalam rangka muhasabah diri di akhir tahun terhadap apa yang sudah kita lakukan.

Baca Juga:  Betapa Besarnya Pahala Mengurus Jenazah, Sehingga Ada Sahabat Nabi Menyesal Karena Mengabaikannya

“Tujuanya kita bersama-sama memohon keridhaan Allah SWT agar menurunkan sebanyak-banyaknya berkah kepada masyarakat Pacitan,” imbuh pria yang juga dosen STAINU Pacitan itu.

Selain untuk kebaikan warga Pacitan, Istighotsah ini, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk simpati warga Pacitan atas konflik di Palestina yang tak kunjung usai. Kasus terbaru pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donal Trump mengenai Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dinilai sangat menganiaya warga Muslim di Palestina.

“Kita turut bersimpati kepada warga Muslim Palestina dengan melakukan Istighotsah ini,” tandasnya.

Sebelumnya melalui surat edaran, Pemerintah Kabupaten Pacitan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Pacitan untuk merayakan tahun baru 2018 dengan kegiatan doa bersama setelah Pacitan terjadi bencana alam pada akhir bulan November lalu. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)
Sumber: Nu.or.id

Baca Juga:  Lindswell Kwok Jadi Mualaf dan Tantangan Belajar Islam