Masjid Bersejarah akan di Hancurkan, Ribuan Muslim di China Protes

Nahdliyin.id, Beijing – Otoritas China Utara menunda rencana penghancuran sebuah masjid usai ribuan Muslim melakukan aksi protes untuk menghentikan pembongkaran masjid itu. Rencana ini merupakan upaya pemerintah nasional untuk memperketat pembatasan kegiatan keagamaan.

Para pengunjuk rasa mulai berkumpul pada Kamis (9/8) menjelang tenggat waktu untuk menghancurkan masjid besar di kota Weizhou di wilayah Ningxia utara.

“Pemerintah mengatakan itu adalah bangunan ilegal, tetapi tidak. Masjid ini memiliki sejarah ratusan tahun,”kata seorang pemilik restoran bernama Ma, dilansir laman Channel News Asia, Ahad (12/8).

Dilaporkan, pada Sabtu (11/8) otoritas setempat membacakan sebuah dokumen yang isinya tentang penundaan pembongkaran Masjid Weizhou. Usai itu, para pemrotes yang duduk-duduk di depan masjid membubarkan diri.

Baca Juga:  Potensi Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Hong Kong

Masjid Agung Weizhou merupakan masjid jami’ di wilayah Weizhou, Ningxia. Masjid ini memiliki gaya arsitektur seperti timur tengah. Yakni memiliki banyak kubah dan menara. Rencananya, masjid ini akan dihancurkan secara paksa karena dianggap tidak memiliki surat izin yang tepat sebelum pembangunan.

Pemerintah setempat akan membiarkan masjid itu tetap berdiri asal kubahnya diganti dengan model pagoda agar sesuai dengan gaya China. Akan tetapi, para jamaah menolak tawaran itu.

“Jika kami menandatangani, kami menjual iman kami,” kata salah seorang jamaah masjid yang menolak menandatangani rencana pembangunan kembali masjid.

Islam merupakan satu dari lima agama yang diakui di China. Tercatat, ada sekitar 23 juta Muslim di seluruh wilayah negeri tirai bambu itu.

Baca Juga:  Tiba di Korsel, Sekjen PBNU Beramah Tamah dengan Nahdliyin

Kebijakan ‘sinifikasi’ yang dijalankan China tersebut semakin membuat banyak orang Hui khawatir. Mereka khawatir kebijakan ini akan semakin banyak menjangkau wilayah-wilayah Muslim di China lainnya seperti di Ningxia.