Pesan Buya Yahya di Haul Yai Hamid

Pasuruan – Sabtu (17/11) KH. Yahya Zainul Maarif atau yang biasa dikenal dengan Buya Yahya hadir memberikan mauidzah hasanah pada peringatan Maulid Nabi Saw 1440 H sekaligus haul al marhum al maghfurlah KH. Abdul Hamid bin Abdullah Umar ke-37 dan Ibu Nyai Hj. Nafisah Ahmad Qusyairy ke-28 di Ponpes Salafiyah, Pasuruan, Jawa Timur.

Buya Yahya memaparkan sejak awal bahwa adalah nikmat besar saat Allah memberi kita kerinduan kepada shalihin. Sebab, orang yang mengaku mencintai Rasulullah harus melalui ulama ulama shalih, dan mencintai ulama bagian daripada iman, bahkan iman itu sendiri.

“Beruntunglah siapapun yang Allah mudahkan langkahnya datang ke tempat ini, yakin seyakinnya yang datang ke tempat ini telah punya hati yang sambung kepada yang mulia al wali Romo Yai Hamid,” ungkap beliau.

Beliau melanjutkan bahwa, “Di zaman akhir ini benteng yang paling penting adalah kecintaan kepada shalihin kepada para ulama. Godaan luar biasa di luar sana bermacam-macam, akan tetapi ketahuilah yang bisa membentengi anak anak kita adalah kecintaan kepada orang orang shalih ulama-ulamanya Rasulillah, baik ulama yang telah mendahului kita maupun yang masih hidup.”

Baca Juga:  Inilah Al Maghfurlah KH. Abdurrahman Wahid/Gusdur Sebenarnya

“Bencana, bencana dan bencana, kalau kita sudah jauh dari ulama,” tegas Buya Yahya.

“Disebutkan oleh Al Imam Syeikh Abul Hasan As Syadzili, hubbul auliya minal wilayati, ‘Mencintai wali-wali adalah bagian dari kewalian’. Kalau ingin jadi wali harus cinta wali, yang tidak punya kecintaan kepada wali tidak akan bisa menjadi waliyullah.” Papar beliau.

“Tanamkan di hati anak-anak kita kecintaan kita kepada ulama. Ini zaman, zaman rusak, kadang orang tua lebih senang bercerita tentang sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Rasulullah, yang tidak ada hubungannya dengan para ulama,” ajak beliau kepada jamaah yang hadir.

“Di rumah kita berapa kali kita bercerita tentang ulama kepada anak anak kita? Berapa kali dalam setahun kita ajak anak-anak kita ziarah ke tempatnya ulama baik yang telah wafat maupun yang masih hidup. Tanyakan kepada diri sendiri, hari ini kita penuh koreksi,” tutur pengasuh PP Al Bahjah tersebut.

Baca Juga:  Kajian Kitab Al Hikam 04

Beliau mengingatkan bahwa, “Yang hadir di tempat ini telah ada benih cinta, tinggal ayo kita suburkan. Dan jangan sampai cinta kepada ulama hanya subur di dalam hati kita ternyata anak anak kita jauh daripada cinta kepada ulama. Kemaksiatan akan mudah dipangkas di saat kita duduk dengan orang-orang shalih, kemalasan ibadah sangat mudah dihilangkan disaat duduk dengan orang shalih atau mencintai orang shalih.”

Buya juga mengutip Abul Abbas Ibn Atha wali besar abad keempat, “Jika engkau punya hati yang suka lalai kepada Allah maka banyaklah engkau duduk bersama orang yang sering berzikir semoga dengan dudukmu bersama orang yang sering berzikir akan menjauhkan dirimu dari kelalaian.”

“Tempatkan dirimu menjadi orang yang bisa mengabdi kepada orang shalih, semoga orang tersebut akan terbiasa berkat khidmat dengan orang shalih menjadi ahli taat kepada Allah rabbul alamin. Duduk dengan orang shalih itu penting, duduk dengan orang shalih tapi gak punya mahabbah gak akan beruntung, kuncinya tetap cinta. Dan ini pentng yang harus kita tanamkan pada anak anak kita.” Demikian beliau menekankan.

Baca Juga:  Jangan Sampai Salah Langkah, Begini 4 Adab Mencari Rezeki!

Menurut beliau haul berarti sambung hati, pengikat hati dengan orang orang shalih. Itu sebabnya acara haul penting sekali untuk diadakan. Beliau juga mengajak hadirin untuk mengecek, “foto siapa di kamar anak-anak kita, siapa yang dibanggakan oleh anak anak kita?”

Turut hadir dalam acara puncak haul tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf, serta ratusan kiyai dan puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, serta pemberi tausiyah pada haul tersebut KH. Ma’ruf Amin dan KH. Agus Sholeh Masyhuri. (Eep)


Artikel ini telah terbit di: Jatman.or.id dengan judul: Pesan Buya Yahya di Haul Yai Hamid