PMII Kota Banjar Ikuti Sekolah Aswaja

Nahdliyin.id, Banjar (Jawa Barat) – Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar mengikuti Sekolah Aswaja yang digelar Komsariat PMII dan Roudlotul Quro Wal Huffadz (RQH) STAIMA Kota Banjar, Sabtu-Ahad, 11-12 November 2017, di Gedung SMA Al Azhar.

Ketua Panitia, Alif Fahelani, mengatakan Sekolah Aswaja dilakukan untuk memperkokoh pemahaman para kader PMII terhadap paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia menyadari, kondisi masyarakat saat ini terus diguncang dengan pemahaman-pemahaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Apalagi kita dihadapkan dengan persoalan semakin majunya teknologi dan pesatnya perkembangan dunia maya. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita selaku mahasiswa untuk bergerak dalam proses penguatan Aswaja di masyarakat, khususnya mahasiswa,” katanya.

Hal senada diungkapkan Rizal, Ketua Komisariat PMII STAIMA Banjar. Menurutnya keberadaan Aswaja di Indonesia yang kurang lebih sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) perlu menjadi pegangan hidup masyarakat di berbagai bidang, baik dalam hal ibadah, muammalat, munakahat maupun dalam hal menyikapi keberagaman bangsa Indonesia.

“Hampir semua mengklaim berpaham Aswaja. Namun, bagi kami ada dua hal yang perlu digaris bawahi dalam menghadapi tantangan Aswaja di Indonesia, yakni tantangan menghadapi kekuatan liberal dan kekuatan islam politik garis keras,” tegasnya.

Dengan Sekolah Aswaja tersebut, dirinya berharap besar para mahasiswa selaku agen of change mampu menentukan sikap dan mengambil langkah antisipasi gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI.

Sementara itu, Sirojul Mutaha, Ketua PC PMII Kota Banjar, mengungkapkan dirinya miris dengan banyaknya paham transnasional yang semakin berkembang biak di Indonesia. Pasalnya, paham yang tidak cocok dengan kondisi negara Indonesia itu dapat merusak tatanan negara. Baginya, satu-satunya yang cocok adalah Asawaja An-Nahdliyyah dengan konsep Islam Nusantara.

“Jadi ini bukan aliran baru dalam Islam, akan tetapi sebuah konsep pengamalan nilai-nilai dalam islam yang tidak menafikan budaya-budaya Nusantara,” tegasnya.

Sekolah Aswaja diikuti 26 peserta menghadirkan narasumber Yayan Bunyamin dari Lakpesdam NU Tasikmalaya yang juga penulis buku Menalar NU; Rais Syuriah PC NU Kota Banjar KH. Mu’in Abdurrohim; Roisun alumnus PMII Malang; Basiturrizal dari RMI NU Banjar; Gun Gun Gunawan Abdul Jawad dari Mabincab PMII yang juga anggota DPRD Kota Banjar. Pembukaan dilakukan langsung oleh Mustasyar PC NU Banjar, KH. Munawwir Abdurrohim. (Muhafid/Kendi Setiawan)

Sumber: Nu.or.id

About Nahdliyin Online 788 Articles
Moderator