Jokowi Hadiri Tasyakuran Hari Lahir MUI ke-43

Nasional

Jakarta – Presiden Jokowi menghadiri acara Tasyakuran Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-43 dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Menara MUI di Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018). Ia tiba pukul 11.13 WIB didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Jokowi menggunakan batik hitam bercorak cokelat lengan panjang. Kedatangan Kepala Negara disambut langsung oleh Ketua MUI Ma’ruf Amin dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, Lukmanul Hakim mengatakan tema kunci Tasyakuran Milad MUI ke-43 adalah Kemandirian Ekonomi Umat. Tema ini merupakan amanat Munas MUI 2015 di Surabaya dan pesan kuat Kongres Ekonomi Umat di Jakarta pada April 2017 lalu.

Menurut Lukman, sebagai lanjutan upaya menggerakkan kemandirian ekonomi umat, maka pada Tasyakuran Milad MUI ke-43 dilangsungkan peletakan baru pertama pembangunan Menara MUI. Sumber dana pembangunan menara MUI dioptimalkan dari kekuatan ekonomi umat yang dikelola oleh Lembaga Wakaf MUI.

“Ke depan, kantor MUI tidak lagi pinjam pakai dari Kementerian Agama, tetapi menempati gedung sendiri secara mandiri,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung dilakukan investor. MUI membeli menara ini dengan dana yang berasal dari wakaf, infak, sedekah, dan skema reksadana syariah. Pembangunan menara MUI ditargetkan rampung sebelum Munas MUI 2020.

“Insya Allah Munas MUl nanti sudah bisa dilaksanakan di Menara MUl,” sambungnya.

Lukman menjelaskan, berdasarkan rencana, gedung MUI nantinya terdiri 20 lantai. Tiga lantai paling bawah tersambung dengan dua tower sebelah Menara MUI Safa Tower dan Marwa Tower.

Tiga lantai ini akan dijadikan sebagai area bisnis produk halal, kuliner halal, bisnis syariah, dan fashion Islami.

“Adapun perkantoran yang akan dipakai sebanyak 4-5 lantai. Dua belas lantai sisanya akan disewakan untuk perkantoran,” paparnya.

Nilai bangunan Menara MUl yang seluas 15 ribu meter persegi ini sebesar Rp 600 milyar. Ditargetkan lunas dibeli MUI dalam 5 tahun. Per tahun perlu pengumpulan dana Rp 120 milyar atau per bulan sebesar Rp 10 milyar.(huda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *