Saudi Arabia Selalu Membela Warganya meski Salah

Nahdliyin.id – Saudi Arabia adalah Negara dengan sistem monarki (kerajaan) dan berasaskan syariat islam, namun Saudi Arabia selalu menutup kesalahan warganya dan membelanya meski salah, hingga kami sudah tidak heran dengan perlakuan Arab Saudi terutama kepada TKI-TKW Indonesia.

Beberapa kasus seperti Pemerkosaan yang dilakukan oleh majikan kepada para TKW sudah sering kita dengar, namun saudi arabia selalu membelanya, hingga TKW hamil hanya dipulangkan begitu saja dan kejadian Clear si majikan puas tertawa lega tanpa ada rasa berdosa, anggapan mereka TKW adalah seorang budak, bodoh tidak tau bahasa arab kecuali bahasa percakapan sederhana yang diajarkan.

Namun dari kejadian pemerkosaan tersebut ada juga yang sampai membunuh majikannya karena demi membela diri dari pemerkosaan tersebut, namun lagi dan lagi saudi arabia tetep menghukum TKW tersebut, sistem Kerajaan dengan berasaskan Syariat Islam yang gila, dalam Islam ada bab jinayah dan Diyat sebagai ganti dari pembunuhan yang tidak disengaja tersebut, apabila si TKW tidak bisa membayar kenapa tidak di beritahukan kepada negara asal TKW yang bersangkutan terlebih dahulu.

Baru baru inipun kita dikagetkan dengan kejadian TKW Indonesia asal Majalengka bernama Tuti Tursilwati yang dibunuh oleh Saudi Arabia, iya benar itu adalah tindak pembunuhan bukan menjalankan syariat islam.

Dalam kesempatan lain Ketua Umum PBNU juga mengomentari kejadian ini, beliau menyampaikan duka dan menyesalkan kejadian ini yang tidak ada notifikasi kepada pemerintah indonesia.

Beliau mengatakan ada ketidaktransparan. Ada yang ditutup-tutupi. Inilah yang harus diungkapkan. eksekusi mati yang dilakukan Arab Saudi terhadap Tuti harus disikapi dengan tegas dan serius.

Beliau juga meminta pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis dan diplomasi untuk menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Arab Saudi.

Serta beliau mengatakan Sikap Saudi (Pemerintah Arab Saudi) dari dulu tetap tidak berubah secara signifikan dalam konteks penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional.

PBNU akan mendorong dan mendukung pemerintah untuk mencari jalan keluar terbaik bagi persoalan ini.

“Ya, kami akan komunikasi dengan Pemerintah,” ujarnya.

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikeusik, Majalengka, Jawa Barat.

Ia divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya. (Mas Tiar)