PP Muslimat NU Ajak Anak Indonesia Terhindar dari Bahan Tinggi Gula

Semarang, nujateng.com – Label dan iklan susu kental manis tidak boleh menampilkan anak usia di bawah lima tahun dan tidak diiklankan pada jam tayang acara anak-anak.

Demikian ditegaskan Kepala Bidang Penindakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah, Zeta Rina Pujiastuti, dalam Talk Show ‘Cerdas Memilah Pangan Sehat dan Bergizi serta Bijak Menggunakan Susu Kental Manis’. Kegiatan yang merupakan kerjasama antara PP Muslimat NU dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) ini berlangsung di Aula Lantai 3 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKB) Jalan Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang, Selasa (30/10/2018).

Zeta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengawasan BPOM RI terdapat tiga iklan yang tidak memenuhi ketentuan. Menurutnya, karena mencantumkan pernyataan produk berpengaruh pada kekuatan, kesehatan dan klaim yang tidak sesuai dengan label yang disetujui.

“Iklan tersebut sudah ditarik dan tidak ditemukan di peredaran,” jelas dia.

Sementara Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, Erna Yulia Soefihara, menyebutkan bahwa produk susu kental manis telah menjadi perbincangan di masyarakat. Namun, lanjut dia, telah terjadi salah persepsi dimana susu kental manis ini dianggap susu. “Padahal, peruntukan susu kental manis itu sebagai topping makanan atau minuman,” bebernya.

Oleh karena itu, dia mengajak peran PP Muslimat NU sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia dalam menjamin anak Indonesia terhindar dari makanan minuman tinggi gula, garam dan lemak. Disamping perlu menjadi ibu yang cerdas menyikapi iklan dan teliti dalam membaca label.(Munif/003)


Artikel ini telah terbit di: Nujateng.com dengan judul: PP Muslimat NU Ajak Anak Indonesia Terhindar dari Bahan Tinggi Gula

About Nahdliyin Online 1201 Articles
Moderator