Banser Amankan Natal di Mojokerto, Polisi: Wujud Toleransi

Nahdliyin.id, Mojokerto – Sebanyak 580 personel gabungan TNI, Polri dan sejumlah instansi diterjunkan untuk menjaga keamanan selama perayaan Natal dan tahun baru di Mojokerto. Ratusan anggota Banser juga dilibatkan dalam operasi ini.

Hal itu dikatakan Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2017 di halaman kantornya.

“Untuk pengamanan selama Natal dan tahun baru, kami terjunkan 350 personel. Selain itu juga 230 orang dari instansi lain dan para relawan,” kata Leonardus kepada wartawan, Kamis (21/12/2017).

Diantara ratusan personil tersebut, lanjut Leonardus, juga terdapat unsur Banser. Menurut dia, pelibatan Banser untuk pengamanan Natal menjadi bukti tingginya toleransi antar umat beragama di Mojokerto.

“Pengalaman tahun 2000 sahabat Banser (Riyanto) rela meninggal untuk mengamankan bom di gereja. Banser dan relawan lainnya akan kami tempatkan di gereja, pos pelayanan dan pos pengamanan,” ujarnya.

Leonardus menjelaskan, selama Operasi Lilin Semeru 2017, ada beberapa tujuan yang menjadi skala prioritas. Salah satunya upaya kontra terorisme agar tak terjadi peledakan bom selama perayaan Natal di wilayah hukumnya.

“Di wilayah kami gereja paling besar GKJW, jemaatnya 1.500 orang, beserta gereja-gereja lain juga kami jaga dan sterilisasi,” tegasnya.

Kepala Satuan Koordinasi Rayon PAC Banser Pungging Soleh menuturkan, peran serta Banser dalam pengamanan Natal di Mojokerto merupakan bentuk toleransi antara umat muslim dengan nasrani. Menurut dia, keamanan masyarakat menjadi prioritas tanpa memandang latar belakang agama.

“Di Mojokerto 200 anggota kami libatkan. Kami melakukan penjagaan di gereja dan di pusat-pusat keramaian,” tandasnya.Sumber: detik

About Nahdliyin Online 807 Articles
Moderator

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.