Saat Gus Dur Berhasil Satukan Kembali Muslim Moro dengan Negara Filipina

Jakarta, NU Online

Hubungan baik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan sejumlah pemimpin-pemimpin dunia tidak diragukan. Gaya komunikasi, diplomasi, dan wawasannya yang luas membuat Gus Dur mendapat cukup penghormatan setiap berkunjung ke negara tertentu.

Bahkan, tak jarang masukan dan pandangan Gus Dur diterima dengan baik walaupun menyangkut prinsip. Seperti yang terjadi saat Gus Dur bertemu dengan Muslim Moro di Mindanao, Filipina.

Gus Dur pernah berkata kepada Nur Missouri, pemimpin Muslim yang berbasis di Mindanao Filipina, Moro Islamic Liberation Front (MILF).

“Menjadi Muslim yang baik tidak harus mendirikan negara,” kata Gus Dur kepada Nur Missouri seperti dikisahkan salah seorang santri Gus Dur Nuruddin Hidayat asal Kudus, Jumat (7/12) lewat facebooknya.

Baca Juga:  4 Estetikawan Muslim Abad Pertengahan

Dari dialog ini, imbuhnya, kemudian ada kelanjutan pertemuan tidak resmi (diam-diam) atau diplomasi terbatas.

Dari situlah menurut Nuruddin, kelompok Muslim Moro yang sebelumnya menuntut merdeka, mau menerima otonomi khusus tanpa melepaskan diri dari Negara Filipina.

Meskipun sampai saat ini, lanjutnya, masih ada faksi sempalan pimpinan Abu Sayyaf yang berafiliasi ke Al-Qaeda dan ISIS. Kelompok Muslim Moro sendiri sebelumnya kerap melakukan gerakan bersenjata.

“Begitulah cara Gus Dur mengurangi fundamentalisme agama di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut dilakukannya di masa Presiden Filipina Josep Estrada,” terang Nuruddin. (Fathoni)


Artikel ini telah terbit di: Nu.or.id dengan judul: Saat Gus Dur Berhasil Satukan Kembali Muslim Moro dengan Negara Filipina

Baca Juga:  Madin Mambaul Maarif Minta LFNU Bekali Pelajar Ilmu Falak