TAUHID, PENDANGKALAN AKIDAH DAN TASAWUF

Nahdliyin.id – Jika diberikan pertanyaan apa itu Tauhid, maka ini pertanyaan yang paling mudah dijawab oleh segenap umat Islam diseluruh dunia. Tauhid adalah pokok ajaran Islam, keyakinan utama, bahwa yang disembah dan diyakini sebagai Tuhan hanyalah satu yaitu Allah SWT. Dalam persoalan Tauhid tidak akan terjadi perbedaan pendapat, seluruh ummat Islam berbagai macam aliran akan memberikan jawaban yang sama, inilah akidah ummat Islam, Menuhankan yang Satu.

Bicara tentang Tauhid tidak terlepas dari Syariat Islam itu sendiri, karena ajaran Tauhid berada pada tahap syariat level akal karena itu memang yang paling fokus kepada masalah Tauhid adalah kelompok yang hanya mengkaji Islam dari tataran zahir (syariat) termasuk wahabi dan kelompok sejenis mereka. Isu “Pendangkalan Akidah” juga kerap kita dengar dari kelompok sejenis, tujuan baiknya tentu untuk menjaga umat Islam agar tidak keluar dari agamanya dan rusak akidahnya. Tujuan sempitnya kadang sebagai barang dagangan agar ceramahnya di dengar lebih seru dan orang hanya ikut apa yang dia kampanyekan. Isu “Pendangkalan Akidah” yang kita juga tidak bisa ukur seberapa standar Dalamnya akidah yang dimaksud memang sangat laku di masyarakat, membangkinkan semangat beragama dan disisi lain terkadang meresahkan, karena isu “Pendangkalan Akidah” ini terkadang mirip dengan isu penculikan anak yang memang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Baca Juga:  Doa Dijauhkan dari Sifat Iri dan Dengki

Jawaban dari Pendangkalan Akidah yang dikhawatirkan oleh ulama Fiqih itu adalah Tasawuf. Kalau Tauhid bicara tentang mengesakan Allah maka Tasawuf ilmu yang merasakan kehadiran Allah. Kalau sudah merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian, lalu kenapa kita harus resah dengan akidah-akidah lain yang tidak sesuai dengan Islam. Ketika Allah hampir dalam hati, hadir dalam setiap ibadah maka tidak ada lagi yang dikhawatirkan. Ulama fiqih yang tidak pernah menekuni tasawuf, belajar tarekat, hati nya juga masih terdapat was was, dan was was itulah yang kemudian dilemparkan ke masyarakat dalam bentuk berbagai isu, salah satunya ya “Pendangkalan Akidah” tadi.

Kelanjutan dari belajar Tauhid adalah menekuni Tasawuf. Kalau Tauhid hanya berupa hapalan yang tersimpan di akal maka Tasawuf tidak seperti itu. Tasawuf yang kami maksudkan disini adalah dalam bentuk praktek zikir yang diajarkan dalam ilmu tarekat. Kalau Tasawuf dalam bentuk kajian dan ilmu sama juga dengan ilmu tauhid tadi, hanya mampir sekilas di otak, ketika tidur pun akan hilang konon lagi nanti kalau sudah meninggal dunia.

Baca Juga:  Wahai Umat Islam, Ikutilah Ulama, Bukan Penceramah!

Maka ilmu yang bisa berkekalan sampai ke alam barzah adalah ilmu Tasawuf, ilmu dzikir yang dilaksanakan secara istiqamah, dimana rohaninya sedikit demi sedikit dibersihkan, maka rohani yang telah bersih itulah yang bisa kembali dengan selamat sampai ke hadirat-Nya.

Ilmu Tasawuf juga yang bisa membuat orang melaksanakan ibadah secara zahir dan bathin, bukan hanya jasad saja yang beribadah tapi juga rohaninya. Tidak mungkin hanya belajar syariat (fiqih) secara otomatis rohani juga ikut beragama karena itu unsur yang berbeda. Badan bisa di islamkan lewat akal, pelajaran-pelajaran agama disampaikan oleh ustad, tapi rohani?? Tidak sama sekali.

Sebagai uji coba sederhana, kalau anda shalat, ketika sujud apa yang anda ingat? Kalau masih teringat benda-benda, anak/istri/suami, teman, boss, anak buah dan segala yang ada di dunia ini berarti anda belum sujud, dan shalat anda PASTI tertolak kerana tidak khusuk.

Baca Juga:  Pengertian Fasik dan orang Fasik

Karena itulah Islam secara zahir hanya bisa menyelamatkan zahir anda tidak rohani anda. Di perlukan seorang Guru yang bisa menuntun rohani anda kehadirat Allah SWT, agar rohani senantiasa beserta Allah sejak dari dunia ini sampai di alam barzah dan alam berikutnya.

Jadi kalau ada orang menolak Tasawuf dan mengatakan tasawuf ajaran di luar Islam, maka orang tersebut sebenarnya tanpa sadar telah menjadi agen-agen orientalis yang menyusup ke dalam Islam, menghancurkan Islam dari dalam. Kalau Tasawuf di benci ummat Islam, maka misi musuh Islam itu berhasil karena untuk membunuh seseorang harus nyawanya di hilangkan, roh nya dihilangkan, dan NYAWA atau RUH dari ISLAM itu adalah TASAWUF!
Sumber: Sufimuda.net